
Pengakuan UNESCO terhadap tempe tidak hanya dipandang sebagai sebuah prestasi budaya semata, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi terbukanya peluang besar dalam pengembangan ekonomi budaya Indonesia. Status warisan budaya dunia diyakini mampu meningkatkan daya tarik tempe di mata publik internasional, sekaligus memperluas ekosistem ekonomi yang melingkupinya—mulai dari sektor pariwisata kuliner, industri kreatif, hingga perdagangan produk pangan berbasis tempe.
Dalam konteks pariwisata, pengakuan ini berpotensi mendorong tumbuhnya destinasi wisata kuliner berbasis tempe di berbagai daerah. Sentra produksi tempe, festival kuliner, hingga pengalaman edukatif tentang proses fermentasi tradisional dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tempe tidak lagi hadir hanya di meja makan, tetapi juga menjadi bagian dari narasi perjalanan budaya yang memperkenalkan Indonesia melalui cita rasa dan cerita lokal.
Dari sisi ekonomi rakyat, pengakuan UNESCO diharapkan memberikan dorongan signifikan bagi UMKM pengrajin tempe di seluruh Indonesia. Dengan meningkatnya nilai budaya dan reputasi global tempe, para pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Nilai tambah ini tidak hanya tercermin dalam peningkatan penjualan, tetapi juga dalam penguatan standar kualitas, inovasi produk, serta pengembangan kemasan dan branding yang lebih kompetitif.
Langkah ini sejalan dengan upaya lebih luas Indonesia dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke arena global sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya dan soft power. Melalui tempe, Indonesia menunjukkan bahwa warisan budaya tidak selalu hadir dalam bentuk artefak atau pertunjukan besar, tetapi juga melalui pangan tradisional yang hidup dan dekat dengan keseharian masyarakat. Pendekatan ini memperkuat identitas bangsa di dunia internasional sebagai negara yang kaya akan kearifan lokal, inovatif, dan berkomitmen pada keberlanjutan.
Pada akhirnya, pengakuan UNESCO terhadap tempe diharapkan mampu menciptakan dampak berlapis—melestarikan budaya, memberdayakan ekonomi masyarakat, serta memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan global. Tempe menjadi contoh bagaimana budaya lokal dapat bertransformasi menjadi aset strategis bangsa, menjembatani nilai tradisi dengan peluang masa depan di tingkat dunia.