Kedelai (Glycine max) bukan sekadar kacang biasa. Biji-bijian ini sejak lama menjadi bagian penting dari pola makan manusia, terutama di Asia. Di Indonesia, misalnya, kedelai diolah menjadi beragam produk pangan yang digemari seperti tahu, susu kedelai, dan yang paling khas adalah tempe, makanan fermentasi yang lahir dari kedelai dan jamur Rhizopus oligosporus.
Tempe merupakan hasil fermentasi kedelai yang bukan hanya membuat bahan pangan lebih awet, tetapi juga mengubah komposisi nutrisinya. Proses fermentasi memperkaya rasa, tekstur, dan aroma, serta memengaruhi bagaimana tubuh memanfaatkan nutrisi di dalamnya.
Di samping itu, fermentasi membuat tempe menjadi sumber protein nabati berkualitas tinggi, serat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa hasil fermentasi yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh. Proses ini membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi sehingga lebih mudah dimanfaatkan oleh tubuh.
Dengan kombinasi komponen tersebut, tempe berpotensi membantu menjaga kesehatan pencernaan, mendukung sistem imun, serta menjadi alternatif protein sehat yang relatif terjangkau.
Cara terbaik mengonsumsi tempe Walaupun tempe mengandung beragam nutrisi, cara pengolahan dan konsumsi tempe memengaruhi seberapa besar manfaat yang diterima tubuh. Mengutip dari artikel berita CNBC Indonesia, para ahli makanan dan gizi menyebutkan beberapa pendekatan agar manfaat tempe dapat diperoleh secara optimal.
Cara memasak tempe sangat berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Metode pengolahan seperti mengukus, merebus, atau memanggang dinilai dapat membantu mempertahankan nilai gizi tempe tanpa menambah lemak berlebih. Pemanasan berlebihan atau pengolahan dengan minyak banyak dapat mengubah komposisi nutrisi tertentu.
Menggoreng tempe, terutama dengan minyak banyak, berpotensi meningkatkan kandungan lemak dan kalori dalam hidangan. Oleh karena itu, metode memasak yang lebih ringan kerap dianjurkan bagi mereka yang ingin memperoleh manfaat tempe secara maksimal.
Tempe bukan hanya makanan tradisional untuk sarapan atau lauk sehari-hari. Bagi banyak ahli gizi, tempe mencerminkan pola makan yang lebih alami dan berbasis pangan utuh. Lebih jauh lagi, tempe dapat menjadi bagian dari solusi pemenuhan nutrisi yang berkelanjutan: sumber protein nabati yang terjangkau, ramah lingkungan, dan relevan sebagai pilihan makanan fungsional dalam jangka panjang.