Sumber Gambar : Foto ilustrasi: Lara Jameson from Pexels
Sudah kenal sama ‘nigari’? Kalau belum… yuk, kenalan sama bahan yang punya peran penting dalam pembuatan tahu jepang ini.
Meski punya manfaat yang kurang-lebih sama, tahu jepang--atau ada yang menyebutnya tahu sutera dan tofu--punya perbedaan dengan tahu biasa, terutama dalam hal pembuatan. Sebuah artikel di halodoc menyebut bahwa proses pembuatan tofu tidak melibatkan pengepresan kedelai. Sebaliknya, susu kedelai dipadatkan dalam wadah terakhir, menghasilkan tekstur yang lembut.
Koagulasi (pemadatan) adalah salah satu tahap terpenting dalam pembuatan tofu. Ini adalah proses membekukan protein dan minyak dalam susu kedelai untuk membentuk tofu. Untuk mencapai proses ini, produsen dapat menggunakan jenis koagulan. Nah, nigari adalah bahan yang terkenal karena penggunaannya sebagai koagulan alami, di mana ia membantu mengubah susu kedelai menjadi dadih padat.
‘Nigari’ berasal dari kata bahasa dalam bahasa Jepang, nigai yang berarti pahit. Ini adalah cairan kaya mineral yang diperoleh dari air laut melalui proses penguapan. Cairan ini mengandung berbagai macam mineral.
Saat ini, garam dan mineral yang diambil dari lautan banyak dicari untuk digunakan antara lain dalam dunia kesehatan dan kebugaran serta kuliner, termasuk dalam pembuatan tahu. Nigari, yang menjadi salah satu produk dari air laut, digunakan di Jepang dan merupakan bahan pengental yang paling banyak digunakan dalam pembuatan tahu saat ini.
Salah satu perusahaan yang membuat nigari adalah Kona Sea Salt (KSS) di Hawai. Sebagaimana dilansir www.ussoy.org, mereka membuat nigari dengan mengambil air laut dalam murni dan membiarkannya menguap perlahan di bawah sinar matahari. Kristal terbentuk setelah air laut menguap hingga sekitar 10% dari volume aslinya. Garam dan cairan yang tersisa mengandung banyak magnesium klorida, magnesium sulfat, dan kalium klorida. Kandungan-kandungan itulah yang kemudian disebut nigari.
Salah seorang ahli dalam pembuatan garam di KSS, Melanie Kelekolio mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya bertujuan untuk mendapatkan garam. Lalu mereka belajar dari salah satu teman bahwa nigari itulah yang mereka gunakan untuk membuat tahu.
Makanan sehat Tahu bukanlah makanan biasa. Seperti halnya tempe, bahan makanan ini siap diolah menjadi bermacam hidangan lezat dan bergizi. Fleksibilitasnya memungkinkan tahu diolah dengan cara dipanggang, ditumis, digoreng, atau dihancurkan dan dibentuk sesuai keinginan.
Kedelai yang menjadi bahan dasar tahu dan tempe merupakan protein nabati yang mendapat pengakuan resmi dari FDA terkait kesehatan jantung. Konsumsi kedelai diyakini dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Keunggulan kedelai tak berhenti di situ. Kedelai juga kaya akan folat, potasium, dan serat, menjadikannya sumber nutrisi lengkap. Maka tak heran jika kedelai dinobatkan sebagai protein lengkap karena mengandung semua sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh kita. [*]