Pencinta Kue, Merapat! Ini Kreasi Nastar dari Tempe
Sumber Gambar : Foto ilustrasi: www.canva.com
Kreativitas tidak mengenal batas, termasuk dalam dunia kuliner. Di era yang penuh inovasi ini, bahan makanan tradisional khas Indonesia seperti tempe bisa diolah menjadi hidangan yang mungkin tak terbayangkan sebelumnya, bahkan mampu menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Pekalongan. Seorang pengusaha tempe berhasil mengubah tantangan menjadi peluang dengan kreativitas yang luar biasa lewat kreasi nastar tempe.
Nastar adalah kue populer yang sering menjadi hidangan khas saat perayaan hari raya. Kue tradisional ini terbuat dari campuran sederhana namun lezat - tepung terigu, mentega, dan telur, dengan isian manis selai nanas di dalamnya. Nama "nastar" sendiri berasal dari bahasa Belanda, menggabungkan kata ananas yang berarti nanas dan taart/tart yang berarti kue tar. Dengan hiasan cengkih yang biasa menghiasi permukaannya, kue ini memang sulit untuk ditolak kelezatannya.
Masyarakat Belanda biasanya menikmati taart atau pie dengan isian atau topping bluberi atau apel. Bisa jadi isian nanas menjadi ide lantaran zaman dulu sulit mendapatkan bluberi atau apel sebagai isian, sehingga buah tropis macam nanas yang ketersediaannya melimpah menjadi pilihan. Dan di tangan Dzikriyah, kue ini dikreasikan dengan bahan dasar tempe.
Seperti banyak diberitakan, salah satunya di www.detik.com, Dzikriyah adalah seorang pengusaha tempe dari Kuripan Kertoharjo, Pekalongan Selatan. Ia berhasil mengubah tempe sisa menjadi nastar tempe.
Inspirasi ini muncul ketika Dzikriyah menghadapi masalah tempe yang tidak terjual dari produksi hariannya yang mencapai 60-70 kilogram kedelai. Untuk mengatasi kerugian, ia berinisiatif mengolah tempe sisa menjadi produk bernilai tambah.
Perjalanan inovasinya dimulai dengan membuat es krim tempe. Setelah berhasil, ia mengembangkan berbagai varian kue seperti egg roll tempe, stik tempe, dan yang terbaru nastar tempe. Dalam pembuatan nastar, ia menggunakan komposisi 60 persen tempe yang diproses menjadi tepung dan 40 persen tepung biasa. Produk nastar tempe yang telah diproduksi selama dua tahun ini mendapat sambutan positif dari konsumen dan sering dipamerkan di berbagai acara inovasi. Gimana, tertarik buat mencoba? Atau punya ide lain dalam mengkreasikan tempe? Boleh sharing, ya …