Kue kering Berbahan Tempe Gembus: Kudapan Sehat bagi Penderita Diabetes
Sumber Gambar : Foto ilustrasi: www.canva.com
Para peneliti dari Universitas Diponegoro berhasil mengembangkan kue kering berbahan dasar tempe gembus yang aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Temuan ini membuka peluang baru bagi penyediaan camilan sehat yang “ramah” bagi penderita diabetes, mengingat masih terbatasnya pilihan kudapan yang aman bagi mereka di Indonesia.
Tempe gembus, yang dibuat dari ampas tahu melalui proses fermentasi, ternyata menyimpan potensi besar untuk kesehatan.
Dalam penelitian ini, tim mengembangkan kue kering dengan mengganti tepung terigu menggunakan tepung tempe gembus dalam tiga variasi: 0%, 25%, dan 50%. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan tepung tempe gembus, semakin rendah indeks glikemik dan beban glikemik kue tersebut. Kue dengan substitusi tepung tempe gembus 50% memiliki IG terendah yakni 47,01% (kategori rendah) dan BG 6,90 (kategori rendah).
Dalam penelitian itu disebutkan, "Kue dengan IG rendah tidak akan menaikkan gula darah secara cepat, sehingga konsumsinya dapat membantu mengatasi sensitivitas insulin dan berguna dalam manajemen gula darah." Selain itu, kandungan serat yang tinggi (24,61%) dalam kue ini berperan penting dalam memperlambat proses pencernaan dan respons gula darah.
Yang menarik, proses fermentasi pada tempe gembus juga meningkatkan daya cerna protein dan pati. Dalam kue dengan substitusi tepung tempe gembus 50%, daya cerna protein mencapai 20,27% dan pati 48,07%. Tingginya kandungan protein dapat membantu merangsang sekresi insulin, sehingga kadar gula darah tetap terkendali.
Penelitian ini membuka harapan baru bagi penderita diabetes untuk dapat menikmati camilan yang tidak hanya aman, tetapi juga menyehatkan. Kue kering tempe gembus menjadi bukti bahwa makanan tradisional Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang berkhasiat bagi kesehatan.