Tempe Katsu untuk Bekal: Hemat, Sehat, Lezat

Sumber Gambar : Foto ilustrasi: www.canva.com
“Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.”
 
Pepatah itu terasa pas untuk menggambarkan manfaat ketika membawa bekal dari rumah untuk dimakan di kantor, sekolah, kampus, atau tempat kita beraktivitas sehari-hari. Alasannya, selain bisa menghemat pengeluaran, bekal tersebut juga relatif lebih sehat. Dua hal ini penting di tengah harga-harga yang cenderung meningkat dan paparan-paparan buruk yang bisa mengganggu kesehatan.
 
Kalau mau dihitung secara kasar, anggaplah dalam sehari kita menghabiskan Rp 25 ribu untuk sekali makan. Dalam sebulan, dengan 5 hari kerja, kita bisa menghabiskan sekitar Rp 500 ribu. Sedangkan dengan membawa bekal, biaya per porsi bisa ditekan mungkin hingga setengahnya.
 
Membawa bekal sendiri juga relatif lebih sehat karena ketika memasak sendiri, kita memiliki kendali penuh atas bahan-bahan yang digunakan. Kita bisa mengatur jumlah garam, gula, dan minyak sesuai kebutuhan tubuh. Selain itu, makanan yang kita siapkan pasti terjamin kebersihannya. Khusus buat yang sedang menjaga berat badan ideal, membawa bekal juga bisa membantu kita mengontrol porsi makan.
 
Manfaat lain dengan membawa bekal makanan adalah kita bisa mengurangi limbah dengan menggunakan wadah makanan yang bisa dipakai ulang. Kita turut berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai.
 
Namun, ada yang beranggapan bahwa membawa bekal sendiri identik dengan menu yang monoton dan kurang menarik. Padahal, dengan sedikit kreativitas, kita bisa menciptakan bekal yang lezat dan bervariasi. Salah satu ide menu yang bisa dicoba adalah tempe katsu.
 
Tempe katsu adalah modifikasi dari hidangan Jepang yang biasanya menggunakan daging ayam. Dengan bahan dasar tempe, makanan ini menjadi alternatif sehat bagi vegetarian atau mereka yang ingin mengurangi konsumsi daging. Tempe sendiri kaya akan protein nabati dan nutrisi penting lainnya.
 
Banyak cara pembuatan tempe katsu yang bisa kita temukan. Sebagian besar memberi cara sebagai berikut: tempe dikukus kemudian dihancurkan dan dicampur dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, telur, tepung terigu, dan tepung maizena. Setelah dibentuk, dilapisi dengan tepung, telur, dan tepung roti, kemudian digoreng hingga cokelatr keemasan. Selesai!
 
Kalau merasa tidak ada waktu menyiapkan tempe katsu pada pagi hari, makanan ini bisa disiapkan pada malam hari dan disimpan di freezer. Saat akan dibawa sebagai bekal, tinggal digoreng dan dikemas bersama nasi dan sayuran. Menu bekal berbahan dasar kedelai seperti ini tidak hanya lezat tapi juga mengenyangkan dan bergizi. Jadi, ada segudang manfaat yang bisa dirasakan.
 
Tips membawa bekal
Kalau mau mencoba memulai kebiasaan untuk membawa bekal sendiri, berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba:
 
1.     Siapkan sejak malam hari untuk menghindari terburu-buru pada pagi hari. 
2.     Gunakan wadah yang aman untuk makanan. Perhatikan pula penutup wadah, pastikan tidak mudah terlepas.
3.     Buat menu mingguan untuk memudahkan persiapan belanja dan memasak. Ini juga bisa membantu kita mempersingkat waktu persiapan.
4.     Masak dalam porsi besar saat akhir pekan atau libur, kemudian bagi dan simpan untuk bekal selama seminggu.
 
Dengan perencanaan yang baik dan kreativitas, membawa bekal bukan lagi menjadi beban, tetapi justru memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan kesehatan keuangan kita. [*]

Create By : Admin
Artikel Lainnya