
Dalam banyak hal, kita punya ukuran-ukuran tersendiri untuk menilai sesuatu.
Sebagai contoh saat membeli kendaraan. Selain soal harga, ada hal lain yang biasanya turut dipertimbangkan, seperti kapasitas tempat duduk, konsumsi BBM, layanan purnajual, hingga hingga harga jual kembali alias resale value.
Contoh lain saat hendak membeli ponsel. Menentukan rentang harga yang pas di kocek tentu sudah dipikirkan sejak awal. Baru setelah di toko, beberapa hal seperti kapasitas baterai, ukuran kayar, kualitas kamera, hingga bonus-bonus yang ditawarkan akan “memandu” kita sebelum menjatuhkan pilihan.
Hal serupa saat memilih makanan, yang pastinya perlu mempertimbangkan kesegaran dan higienitas, dua hal yang bakal lebih menjamin tubuh kita fit dan terhindar dari penyakit. Nah, untuk urusan menentukan tempe yang higienis, Prof Dr Made Astawan memberikan cara mudah melihat tempe yang higienis dan tidak.
“Dari perfomance, tekstur, kepadatan juga aroma, sudah ketahuan,” kata Made sebagaimana dilansir republika.co.id.
Masih dari sumber yang sama, perbedaan tempe yang higienis dan yang tidak bisa juga dilihat dari masa simpan. Kalau tidak higienis, tempe hanya bertahan satu hari pada suhu kamar. Dalam sehari saja tempe sudah tidak bagus. Namun, kalau higienis, tempebisa bertahan dua sampai tiga hari dalam suhu ruang. Bahkan bisa sampai seminggu jika disimpan didalam suhu kulkas.
“Ini karena semakin higienis, semakin selektif mikroba yang masuk,” ujar Made.
Sebaliknya, lanjut Made, semakin tidak higienis semakin banyk mikroba masuk. Mikroba ada yang patogen dan perusak, patogen penyebab penyakit sedangkan perusak akan merusak makanan.
“Ini mengapa tempe yang tidak higienis umur simpan jelek, rasa masam. Karena proses pembuatan tidak mengindahkan proses yang baik. Tempe akan cepat rusak dan rasanya masam,” ujarnya. [*]