Tempe, Lauk untuk Memenuhi Gizi Anak Negeri

Sumber Gambar : Foto ilustrasi: www.canva.com

Tempe, makanan legendaris berbahan dasar kedelai ini sudah ada di dapur-dapur Nusantara sejak ratusan tahun silam.
 
Kini, tempe bukan cuma dicari karena rasanya yang gurih dan kandungan gizinya yang tinggi. Lebih dari itu, lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tempe mendapat tempat istimewa sebagai salah satu menu andalan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia—dan menariknya, ikut menggerakkan roda ekonomi para perajin tempe lokal.
 
Program MBG diluncurkan pemerintah pada awal Januari 2025. Tujuannya sederhana, tapi krusial: memastikan bahwa anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan mendapatkan makanan bergizi setiap hari. Di sinilah tempe bisa unjuk gigi. Dengan kandungan protein nabati yang tinggi, lemak tak jenuh yang baik untuk jantung, serta harga yang relatif terjangkau, tempe menjadi pilihan ideal yang memenuhi prinsip "bergizi, aman, dan terjangkau."
 
Namun, dalam menu MBG, tempe bukan hanya soal gizi. Program ini secara langsung menyentuh para produsen tempe, yang sebagian besar adalah pelaku usaha mikro dan kecil. Dengan rata-rata konsumsi tempe per kapita per tahun sebesar 7,3 kg pada 2022 menurut data BPS, makanan ini menjanjikan nilai ekonomi yang besar.
 
Program MBG memberi angin segar. Perajin tempe kini punya peluang menjadi pemasok tetap dapur MBG. Artinya, mereka bisa mendapatkan permintaan yang stabil, asalkan memenuhi standar kualitas dan kebersihan.
 
Selain bisa membantu peajin tempe, MBG juga memberdayakan ribuan UMKM, koperasi, dan BUMDes sebagai penyedia bahan makanan lainnya. Mengutip detik.com pada Januari 2025, program MBG memberikan kesempatan bagi sekitar 28.000 UMKM, koperasi, BUMDes, BUMD, untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas produksi mereka. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi bahwa Program MBG dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,86% pada tahun pertama.




Oleh karena itu, lewat MBG, tempe bukan hanya bisa menjadi makanan pendamping nasi, tapi juga pendamping upaya pencapaian gizi masyarakat.


Create By : Admin
Artikel Lainnya