
Boleh dikata, tempe adalah salah satu makanan yang punya fleksibilitas tinggi. Bukan semata karena bisa dibuat/dipadukan dengan bermacam bahan untuk meningkatkan manfaat bagi tubuh, tapi juga fleksibel karena bisa dimasak atau melengkapi bermacam menu makanan.
Tempe goreng, tempe tepung, tempe mendoan, orek tempe, perkedel tempe adalah menu yang mungkin paling sering kita temui dan cicipi. Sementara untuk melengkapi masakan, ada sayur lodeh, sayur tempe bumbu kuning, gado-gado, dan lain-lain.
Bukan cuma masakan Indonesia, di masakan Jepang pun kita bisa menemukan menu yang menggunakan tempe sebagai bahan utamanya. Salah satunya di restoran Jepang yang berada di sebuah mal di kawasan Grogol, Jakarta Barat.
Di antara menu yang banyak menawarkan makanan berbahan dasar ayam, ada yang menarik yaitu tempe katsu, yang sekilas saja mirip dengan chicken katsu yang sudah kondang. Bagaimana rasanya?
Sebelum diantar dan dihidangkan di meja, ada dugaan kalau rasa masakan ini akan sama dengan rasa tempe tepung pada umumnya. Nyatanya, dari tampilannya saja, tempe tempura tampak berbeda.
Kalau tempe tepung biasa hanya tampil dengan balutan tepung terigu, permukaan tempe katsu dibalut tepung roti yang digoreng hingga berwarna kecoklatan. Dalam satu porsi, ada tiga tempe yang disajikan hangat, dan tampak begitu renyah.
Benar saja, begitu digigit, tempe katsu terasa sangat renyah di bagian luar, tapi lembut di bagian dalam. Kesegaran tempenya sungguh terasa nikmat, apalagi dimakan saat hangat. Ada sedikit rasa gurih yang membuat pengalaman mencicipi makanan ini sungguh berkesan.
Tempe katsu di restoran ini tidak disertai “pendamping” seperti saus sambal atau mayones, tapi kalau mau coba menambahkan sebagai bahan cocolan, boleh jadi rasanya akan semakin kaya, nikmat, dan pastinya tambah bikin ketagihan. Oh iya, untuk dua orang, makan seporsi tempe katsu ini terasa cukup mengganjal perut. Cocok untuk camilan yang kaya akan gizi.
Tertarik untuk mencoba? [*]