
Kedelai sering jadi bahan perbincangan dan menghiasi pemberitaan di media massa.
Komoditas ini tidak hanya digunakan untuk pembuatan tempe, makanan khas Indonesia, tapi juga produk lain seperti tahu, kecap, susu, dan minyak. Mudah dimaklumi kalau permintaan kedelai di tingkat dunia sangatlah tinggi.
Dilansir harian Kompas pada Maret 2022, produksi kedelai dalam negeri hanya sekitar 6,5 persen dari total konsumsi dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sebagian besar kedelai diimpor dari Amerika Serikat dan Brasil sebagai produsen kedelai terbesar dunia. Sebanyak 70 persen impor kedelai digunakan untuk tempe, 25 persen tahu, dan sisanya untuk produk lain.
Lantas, negara manakah yang jadi produsen tempe terbesar?
Masih dari sumber yang sama, Amerika Serikat tercatat sebagai negara penghasil sekaligus produsen kedelai terbesar di dunia. Berdasarkan data dari FAO tahun 2017, menunjukkan bahwa jumlah produksi kedelai (soybean) Amerika Serikat mencapai 119,5 juta ton. Disusul Brasil di peringkat kedua dengan jumlah produksi sekitar 114,5 juta ton.
Argentina di urutan ketiga dengan jumlah produksi sebanyak 55 juta ton, sedangkan urutan terbesar keempat ditempati Cina dengan total produksi mencapai ton 13,1 juta ton. Selanjutnya peringkat kelima adalah India, dengan total produksi kedelai per tahun sebesar rata-rata 11 juta ton.
Bagaimana dengan 2023? Beberapa sumber seperti cnbcindonesia.com dan databoks.katadata.id menempatkan Brasil pada nomor wahid negara penghasil kedelai terbesar di dunia. Disusul kemudian dengan Amerika Serikat, Argentina, China, dan India. [*]