
Tempe, makanan yang terlihat sederhana ini ternyata bukan cuma mengandung banyak manfaat bagi tubuh manusia. Dari sejak berupa bahan baku, proses produksi, hingga hasil jadi, tempe itu ramah lingkungan. Hal ini selaras dengan semangat berkelanjutan alias sustainability.
Biasa dibuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan ragi atau kapang, bahan baku tempe mudah ditemukan di banyak negara, termasuk Indonesia. Hal ini menjadikan tempe sebagai makanan yang mudah diproduksi, termasuk di tingkat lokal.
Proses produksi tempe juga terbilang ramah lingkungan karena mengandalkan proses fermentasi alami dengan menggunakan jamur Rhizopus. Oleh karena itu, proses pembuatan tempe hanya memerlukan sedikit energi dan tidak memerlukan banyak air. Limbah produksi tempe juga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman, sehingga bisa sangat mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Oleh karena bisa dilakukan di tingkat lokal, serta tidak membutuhkan lahan yang besar dalam proses pembuatannya, tempe bisa mendukung ekonomi lokal, antara lain karena produksi tempe bisa memberikan penghasilan tambahan, baik bagi petani dan produsen tempe.
Sementara itu, bagi yang mengonsumsi, tempe bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan produk nabati yang ramah lingkungan. Belum lagi kemasannya, yang bisa menggunakan daun pisang yang bisa didaur ulang.
Terakhir, jangan lupa kalau banderol harga tempe relatif murah sehingga bisa menjangkau lebih banyak orang. Hal ini menjadikan tempe sebagai makanan alternatif yang baik. Setuju? [*]