
Kegagalan adalah hal yang wajar, terutama saat kita baru melakoni satu hal. Namun, dari kegagalan itu, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik sebagai fondasi kesuksesan. Seperti kata pepatah, “Kegagalan/pengalaman adalah guru terbaik”.
Dalam hal membuat tempe yang terlihat sederhana, seseorang bisa saja menemui kegagalan.
Jika sebelumnya dibahas kegagalan pembuatan tempe adalah karena tempe yang terlalu basah, kali ini yang akan dibahas adalah penyimpangan mutu karena adanya bercak hitam pada permukaan tempe.
Mulyati Dewi Aisyah dan Hesti Weningtyas dalam buku Tempe Alternatif dari Bahan Non Kedelai menjelaskan beberapa hal yang membuat penyimpangan tersebut.
Dalam buku tersebut ditulis, kegagalan dalam pembuatan tempe bisa terjadi karena ada kesalahan dalam proses pembuatannya. Dalam hal munculnya bercak hitam di permukaan, hal itu pertama disebabkan oleh pembentukan spora kapang karena oksigen terlalu banyak.
Faktor-faktor berikutnya adalah waktu fermentasi yang terlalu lama, suhu terlalu tinggi, kualitas laru rendah, serta kelembapan yang terlalu rendah alias kering.
Nah, setelah tahu penyebabnya, semoga proses pembuatan tempe berikutnya bisa berhasil, ya … [*]