
Dalam hal memilih tempe, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan tempe berkualitas. Pertama, kalau dekat dengan lokasi perajin tempe dan memungkinkan untuk membeli langsung di sana, pastinya ini akan lebih baik. Pasalnya, kita bisa mendapat tempe yang masih segar untuk dimasak.
Jika tidak ada perajin tempe di sekitar tempat tinggal, kita bisa mendapatkan tempe yang segar dengan bertanya langsung kepada penjual tentang waktu produksi tempe tersebut. Kalau jawabannya baru selesai diproduksi, bisa dipastikan kalau tempe itu masih segar.
Kalau tidak yakin dengan kesegarannya, kita bisa membuat perkiraan tentang kondisi tempe antara lain dengan melihat warna kedelainya. Jika sudah mulai kecoklatan, mungkin saja tempe itu sudah mulai membusuk. Tempe yang masih segar antara lain ditandai dengan warna kedelai yang putih kekuningan.
Hindari pula tempe yang mudah hancur. Saat memilih, coba tekan permukaan tempe secara perlahan, dan pastikan tempe tersebut cukup padat dan tidak mudah hancur. Asal tahu saja, ciri lain yang menandakan tempe berkualitas adalah permukaannya yang tertutup oleh miselium kapang secara merata. Miselium adalah jalinan benang halus jamur yang disebut hifa. Selain merata, kondisi miselium pada tempe semestinya kompak dan berwarna putih.
Kemudian, cara lain untuk tahu kesegaran tempe adalah dengan menghidu atau membaui tempe. Jika menguarkan aroma jamur menyengat, sebaiknya dihindari/jangan dikonsumsi karena ini juga jadi salah satu tanda tempe mulai membusuk. Semoga info ini bermanfaat, ya … [*]