Plastik yang Tepat untuk Kemasan Tempe

Sumber Gambar : Canva

Plastik apa yang tepat dijadikan kemasan tempe?

 

Sebagaimana ditulis dalam buku “Tempe Sumber Zat Gizi dan Komponen Bioaktif untuk Kesehatan” yang ditulis oleh Made Astawan, Tutik Wresdiyati, dan Lulu Maknun, kemasan tempe pada awalnya berupa dedaunan, seperti daun waru, daun jati, dan daun pisang.

 

Sejalan dengan meningkatnya konsumsi dan produksi tempe, diperlukan kemasan yang lebih banyak serta mudah didapatkan dan ekonomis, yaitu plastik. Plastik yang banyak digunakan sebagai kemasan tempe adalah plastik jenis polietilene (PE) yang aman untuk pangan, karena bersifat inert terhadap bahan pangan (Dirim et al. 2004) serta memiliki daya tahan terhadap air yang baik.

 

Selain jenis PE, jenis plastik lain seperti polipropilen (PP) juga dapat digunakan. Intinya, plastik pengemas tempe harus aman bagi pangan, tidak tahan panas, serta dapat dilalui oleh oksigen.

 

Plastik yang tahan panas justru tidak cocok digunakan. Mengapa demikian? Selama fermentasi, kapang akan tumbuh melepaskan sejumlah panas. Jika menggunakan plastik tahan panas, panas yang dihasilkan kapang tersebut tidak dapat dilepaskan ke luar kemasan sehingga panas tetap berada di dalam kemasan. Hasilnya sudah bisa ditebak, tempe akan menjadi busuk.

 

Makanya, sebelum digunakan untuk mengemas, plastik maupun daun pisang harus dilubangi terlebih dahulu untuk menjamin pertukaran panas dan udara. Jarak antarlubang dibuat sekitar 2 cm menggunakan jarum. Jarak lubang tidak boleh terlalu dekat karena dapat menyebabkan suhu pertumbuhan melebihi suhu optimum dan pertumbuhan kapang terlalu cepat. [*]

Create By : Admin
Artikel Lainnya