
Bukan cuma nikmat dan sehat, tempe juga bisa dijadikan bisnis dengan potensi yang memikat.
Tidak percaya? Coba tengok usaha William berbisnis tempe. Bukan di Indonesia, tapi di London!
Di Tanah Air, tempe menjadi makanan yang begitu akrab dengan orang dari berbagai lapisan usia, sosial, dan ekonomi. Dijadikan camilan atau diolah menjadi beragam menu sebagai “teman” makan nasi, tempe sangat mudah dijumpai nyaris di setiap tempat di Indonesia.
Penikmatnya pun tersebar di mana-mana, termasuk William, seorang berkewarganegaraan Inggris yang jatuh cinta pada citarasa tempe sejak 1995, saat ia melakoni profesi sebagai guru bahasa Inggris di Bandung.
Sebagaimana disiarkan di kanal YouTube Official Net News, saat William kembali ke negaranya, kecintaannya pada tempe tak luntur. Oleh karena itu, ia tetap mencari tempe di kampung halamannya di Inggris.
Namun, tempe di Inggris adalah sesuatu yang langka alias sulit didapat. Tidak seperti di Indonesia, di mana tempe bisa didapat seolah semudah membalik telapak tangan. Hal itulah yang kemudian membuat William tergerak untuk belajar membuat tempe.
“Enam bulan bikin sendiri tempe yang enak, seperti yang di Indonesia. Saya buka bisnis, orang di sini enggak tahu apa itu tempe. Saya kasih tahu bahwa tempe ini dari Indonesia, orang Indonesia suka, coba saja. Kemudian mereka coba dan katanya enak,” ujar William.
Selain memproduksi tempe sendiri, William juga menjual makanan olahan dengan menu kari tempe kuning dan tempe jinten dengan harga 5 poundsterling atau sekitar Rp110 ribu. Masih dari YouTube Official Net News, William membuka usahanya pada Rabu-Jumat pada jam makan siang di Leather Land Market, London, Inggris.
Jadi, kalau kebetulan ada kesempatan ke London, mungkin bisa datang ke gerai William dan mencoba mencicip tempe di sana. [*]