
Di India tempe menjadi makanan yang kepopulerannya terus meroket dan menambah ragam cita rasa di negara yang berjuluk “Anak Benua” ini.
Kepopuleran itu salah satunya didorong oleh Ricky ”Pepeng” Yakob, mahasiswa Aligarh Muslim University, India.
Dilansir Kompas.id dalam artikel Kisah Tempe Nusantara di Negeri ”Kuch Kuch Hota Hai” yang terbit pada 18 Maret 2023, Ricky yang juga youtuber pembuat konten makanan jalanan khas India mengaku mendapatkan resep membuat tempe dari mahasiswa pendahulunya. Resep itu diwariskan secara turun-temurun kepada mahasiswa lain yang berniat membuat tempe.
Ricky yang telah enam tahun di India memanfaatkan kedelai di India untuk membuat tempe. Ragi tempe terkadang didapat dari Indonesia jika ada yang pulang kampung atau sanak saudara berkunjung. Jika sudah habis, ia terkadang membeli ragi secara daring.
Dalam kanal YouTube Nuur Taufiqoh, Ricky membagikan pengalamannya membuat tempe di India. Caranya terlihat sederhana, setelah direndam kemudian direbus, kedelai dikeringkan dan diberi sejumput ragi, aduk rata. Setelah itu, kedelai dimasukkan ke plastik klip ziplock. Plastik berisi kedelai itu kemudian dilubangi di beberapa titik sebelum disimpan untuk proses fermentasi.
Usaha pembuatan tempe yang dilakukan Ricky bukannya mulus. Ia pernah mengalami kegagalan. Ia bercerita di kanal YoiuTube tersebut, pernah suatu ketika, saat semestinya tempenya jadi pada keesokan hari, tiba-tiba mati lampu sekitar 45 menit. Karena kejadian itu, hawa tempat tempe difermentasi menjadi panas karena kipas angin mati. Hasilnya bisa ditebak, tempenya gagal.
“Jadi ngga boleh panas. Walau panas, kipas angin mesti hidup,” kata Ricky.
Masih di India, tempe Indonesia juga mengilhami lahirnya tempe wala di Bengalore, negara bagian Karmataka, India Selatan. Dari artikel yang sama di Kompas.id, tempe wala itu bisa diperoleh di restoran Vegan Heat yang didirikan Vaibhav Krishnaswamy pada 2017.
Vaibhav mengembangkan tempe Indonesia pada 2019 untuk menyajikan menu vegan yang unik di restorannya. Ia mendata semua makanan unik sejumlah negara yang tidak mengandung unsur hewani.
Akhirnya, ia menemukan dan memilih tempe. Untuk membuat dan menghasilkan cita rasa yang sama dengan di Indonesia, ia dua kali berkunjung ke Jawa, Indonesia, untuk belajar membuat tempe.
Vaibhav mengaku dirinya sebagai seorang vegan. Ia tertarik mendirikan restoran vegan karena banyak penduduk India yang vegetarian dan vegan. Pada 2022, penduduk di India berjumlah 1,4 miliar jiwa. Dari jumlah itu, sekitar 24 persen adalah vegetarian, 9 persen vegan, dan 8 persen pescatarian. [*]