Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Cuaca Panas Ekstrem

Sumber Gambar : Foto ilustrasi: www.canva.com

uli 2023 menjadi bulan terpanas sepanjang sejarah manusia.

 

Kira-kira begitulah inti berita di beberapa media massa di Tanah Air. Seperti Kompas.id, yang melansir bahwa berdasarkan pantauan data dari WMO dan program Copernicus, suhu permukaan bumi dan lautan melonjak tajam. Rata-rata suhu permukaan selama 23 hari pertama Juli 2023 mencapai 16,95 derajat celsius, jauh di atas catatan suhu terpanas global yang terjadi pada Juli 2019 lalu sebesar 16,63 derajat celsius.

 

Serupa dengan suhu permukaan bumi, rata-rata suhu lautan di seluruh samudera mencatat rekor terpanas sejak April 2023 lalu. Kenaikan terpantau melejit pada pertengahan Mei 2023 dan mencapai rekor pada 19 Juli 2023 pada suhu 20,94 derajat celsius, melebihi rekor tahun 2016.

 

Kondisi itu tak lepas dari pemanasan global, yang mengarah pada kondisi cuaca ekstrem, termasuk suhu terpanas yang bisa membawa dampak terhadap ekosistem dan kesehatan manusia.

 

Asal tahu saja, pemanasan global adalah hasil dari peningkatan konsentrasi gas rumah kaca. Seperti namanya, gas rumah kaca adalah gas di atmosfer yang menyebabkan efek seperti rumah kaca yang memerangkap panas di Bumi sehingga suhu naik. Kita kemudian mengenal ini sebagai pemanasan global.

 

Ada beberapa jenis gas yang bisa menyebabkan efek rumah kaca, tapi yang paling banyak dihasilkan dari aktivitas manusia adalah karnon. Makanya, julah emisi gas rumah kaca yang diproduksi dalam setiap aktivitas manusia disebut jejak karbon.

 

 

Dampak

Peningkatan suhu rata-rata global berdampak antara lain pada ekosistem alam. Hutan jadi lebih rentan mengalami kekeringan; populasi hewan dan tumbuhan yang tidak mampu beradaptasi bisa menurun, atau bahkan punah; sementara peningkatan suhu di laut bisa mengancam kehidupan terumbu karang, yang selama ini menunjang kehidupan biota laut lain.

 

Pemanasan global juga berdampak terhadap kesehatan manusia. Panas ekstrem bisa memicu masalah kesehatan serius seperti dehidrasi dan heatstroke. Di India, misalnya. Pada Maret 2023, Departemen Meteorologi menyebut bahwa 48 stasiun pengamatan cuaca mencatat suhu udara mencapai lebih dari 42 derajat celsius. Suhu udara tertinggi terjadi di Negara Bagian Odisha.

 

Suhu udara yang ekstrem juga mengakibatkan 13 orang tewas di Negara Bagian Maharasthtra usai menghadiri kegiatan di Navi Mumbai. Diperkirakan acara yang dihadiri 1 juta orang itu juga telah mengakibatkan 50-60 orang warga dilarikan ke rumah sakit karena suhu udara yang ekstrem.

 

Pada sektor pertanian pun panas ekstrem bisa membawa dampak. Kondisi cuaca panas bisa menghambat pertumbuhan tanaman, yang otomatis hal ini bakal mengurangi produktivitas, dan bisa saja menganggu pemenuhan kebutuhan pangan.

 

Guna mengatasi/meminimalkan dampak pemanasan global terhadap Bumi, penting bagi semua orang untuk bekerja sama. Masing-masing orang bisa ambil bagian, antara lain dengan menggunakan kendaraan umum untuk mengurangi emisi gas dari kendaraan bermotor, beralih ke penggunaan energi baru dan terbarukan, dan mengolah sampah. [*]


Create By : Admin
Artikel Lainnya