Laci yang Satu Ini Enggak Kalah Ajaib Sama Lacinya Doraemon

Sumber Gambar : Tangkapan layar akun Instagram @widawinarno
Buat yang akrab sama cerita Doraemon, pasti enggak asing sama laci di meja Nobita yang menjadi pintu untuk masuk ke mesin waktu. Ajaib!
 
Nah, laci yang satu ini enggak kalah ajaib. Bedanya, kalau laci doraemon itu fiktif, laci yang satu ini benar-benar ada; kalau laci doraemon itu fungsinya jadi pintu ke mesin waktu, laci yang satu ini buat menyimpan ragi tempe. Dikumpulkan dari seluruh Indonesia oleh Prof. Indrawati Gandjar, ternyata ada, lo ragi yang disimpan sejak 1960-an. Hingga kini ada 138 strain Rhizopus, di mana 40 di antaranya telah teridentifikasi secara molekuler.
 
Hal itu sebagaimana ditulis oleh salah satu founder Tempe Movement, Wida Winarno di akun Instagram-nya @WidaWinarno pada 5 Juni 2024, sehari sebelum Hari Tempe Nasional. Dalam postingan itu, Wida mengungkapkan perasaan bangga bisa melihat koleksi ragi tempe yang tersimpan dengan rapi dalam laci antiapi dan antiogempa di Universitas Indonesia Culture Collection (UICC) yang dikuratori oleh Dr Fitrianingsih S.Si., M.Eng dan di bawah naungan CoE IBR-GS FMIPA UI yang dikepalai Wellyzar Sjamsuridzal Ph.D.
 
Wida juga menulis bahwa ragi tempe di Indonesia ada berbagai spesies. Namun, beberapa spesies terancam punah seiring dominasi oleh satu jenis ragi terutama di pulau Jawa. “Yang dilakukan oleh UICC ini sangatlah mulia demi kejayaan pangan tradisional Indonesia. Salam hormat dan salut kepada Prof Gandjar yang telah memulai dan memperjuangkan konservasi ragi tempe ini, dan juga salut untuk seluruh team UICC. Selamat Hari Tempe 6 Juni 2024,” katanya.
 
Seperti halnya yang dirasakan Wida, kita juga mesti berbangga dengan koleksi ragi tempe tersebut. Koleksi ragi tempe sesungguhnya menyimpan nilai yang tak ternilai. Tempe, makanan tradisional yang menjadi warisan kuliner Indonesia, bukan sekadar hidangan biasa. Tempe adalah bentuk kekayaan intelektual bangsa ini sejak dulu kala. Proses fermentasi yang unik dalam pembuatan tempe mencerminkan kearifan lokal dan pengetahuan mendalam nenek moyang kita tentang pengolahan pangan.
 
Di tengah bermacam kemajuan seperti saat ini, menjadi penting bagi kita semua untuk menghargai dan melestarikan warisan kuliner Indonesia seperti tempe. [*]

Create By : Admin
Artikel Lainnya