SIARAN PERS FORUM TEMPE INDONESIA TEMPE & SUSTAINABILITY “FROM FARM TO PLATE”


SIARAN PERS

FORUM TEMPE INDONESIA

TEMPE & SUSTAINABILITY “FROM FARM TO PLATE”

 

“TEMPE, PANGAN SEHAT & BERKELANJUTAN”

 

Yogyakarta, 24 November 2023

 

Bumi kita saat ini memang tengah didera bermacam hal, salah satu yang mengancam adalah efek pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya cuaca ekstrim, banjir dan kekeringan yang bisa memicu krisis pangan. Petani adalah kelompok terdepan yang paling merasakan dampak perubahan iklim. Mereka bisa mengalami penurunan produksi bahkan kegagalan panen. Ini indikasi nyata bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja.

 

Pada Kamis (23/11/2023), Forum Tempe Indonesia menyelenggarakan diskusi khusus bersama rekan-rekan media di Bale Merapi Yogyakarta. Dengan Tema Tempe & Sustainabiliy “From Farm to Plate” FTI mengadirkan beberapa narasumber dengan latar belakang yang berbeda-beda, dengan maksud berbagi informasi mengenai pentingnya konsep keberlanjutan dalam menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global. Pembahasan tentunya tidak lepas dari dunia Tempe baik dari segi pertanian, proses produksi hingga mencoba menginisiasi peran serta konsumen dalam memilih produk yang ramah lingkungan dan salah satunya adalah Tempe.

 

Fadlilla Dewi Rachmawati yang mewakili Croplife Indonesia, memberikan paparannya terkait peran Bioteknologi terhadap masa depan pertanian. Menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global, rekayasa genetika sangat dibutuhkan guna menjaga stabilitas pangan agar terhindar dari krisis.  

 

“Rekayasa benih pangan dengan bioteknologi adalah satu-satunya solusi bagi dunia pertanian dalam menghadapi perubahan iklim & pemanasan global. Semua usaha juga dipastikan telah melalui proses penelitian yang tidak mudah, satu benih hasil rekayasa genetik bisa menempuh hingga belasan tahun sampai lolos berbagai ujicoba dan dinyatakan layak dan diproduksi masal.” ujar Fadlilla Dewi Rachmawati, members of Biotechnology & Seeds – Croplife Indonesia.   

 

Melengkapi keterangan Fadlilla, Ibnu Wiyono selaku Country Director USSEC Indonesia juga memberikan informasi terkait pertanian di Amerika Serikat yang dengan sangat ketat menerapkan pertanian yang berkelanjutan hingga kedelai AS mendapatkan sertifikasi ‘Sustainable US SOY’. Sustainable US Soy merupakan eko label yang disematkan pada produk kedelai yang mereka expor, termasuk ke Indonesia. Tidak main-main, Label ini disematkan karena keberhasilan mereka menerapkan sustainable agriculture.

 

Sebagai penghasil Kedelai terbesar di dunia mereka telah menerapkan Sustainable Development, seperti :

-       Reduced greenhouse gas(GHG) emission per bushel by 43%

-       Improve Irrigation water use efficiency by 60%

-       Increased land use efficiency by 48%

-       Improved energy use efficiency by 46%

-       Improvde soil conservation by 34%

-       Increased soy production by 130% using roughly the same amount of land

 

“Hingga 2025 AS agriculture masih menargetkan akan mengurangi efek gas rumah kaca 10% lagi, mengurangi land use impact 10 %, meningkatkan efisiensi energi hingga 10% dan mengurangi soil erosion hingga 25%. Jadi ini komitmen mereka dalam menjaga bumi kita agar terus lestari.” Ujar Ibnu Wiyono, Country Director USSEC Indonesia. 

 

Sebuah jurnal berjudul ‘Eco-label, environmental concern, and green purchase behavior: a perspective of gen-z on eco-friendly cement’ menyebutkan beberapa hasil penelitian yang secara garis besar menunjukkan bahwa generasi - z lebih tertarik untuk mengikuti tren pembelian produk ramah lingkungan. Di tengah tren gaya hidup sehat, pilihan untuk menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan juga meningkat.

 

Khusus di Indonesia, belum banyak yang mengetahui mengenai Eco Labels. Prilaku konsumen dalam memilih produk yang memiliki eco labels dipastikan akan memberikan dampak secara luas.

 

‘Memilih produk yang menyematkan eco label seperti Sustainable U.S. Soy serta Eco Labels lainnya, adalah langkah paling mudah namun berdampak kuat yang dapat dilakukan konsumen. Kesadaran Gen Z menjadi harapan besar kita semua bahwa kedepan produk-produk ramah lingkungan akan semakin mendapatkan prioritas’ ujar Prof Made Astawan, Ketua Pembina Forum Tempe Indonesia.   

 

Sebagai produk pangan asli Indonesia, Tempe tentunya memiliki sejarahnya sendiri. Leluhur bangsa Indonesia sejak beberapa abad yang lalu ternyata sudah menerapkan konsep zero waste dalam memproduksi Tempe. Walaupun nilai-nilai sustainability ini baru lahir abad ini dari dunia barat, nenek moyang kita ternyata bahkan sudah menerapkannya.

 

‘Walaupun saat ini tidak banyak rumah tangga yang memproduksi Tempe sekaligus memiliki hewan ternak, bukan berarti kita tidak bisa meneruskan ajaran-ajaran para leluhur kita. Saat ini saya justru mendapatkan pendapatan lebih karena limbah dari produksi tempe saya ternyata bisa dibeli dan dimanfaatkan oleh peternak sebagaI pakan.’ Ujar Sahrul, Pengrajin Tempe Super Dangsul dari Bantul.

 

Dalam acara hari ini, Forum Tempe Indonesia juga memperkenalkan kepada media dan masyarakat hadirnya media komunikasi FTI yang diwujudkan dengan hadirnya website www.mytempe.id yang diharapkan sebagai media literasi khusus dunia Tempe dan kedelai. Selain website, FTI juga menggunakan Media Sosial seperti Instagram (@mytempe_id) serta youtube.

 

‘FTI sejak berdiri 2008 hingga saat ini memang sangat fokus untuk menaikkan kelas pengrajin tempe agar memenuhi standar keamanan pangan (higienis). Karena selain tempe memiliki keunggulan dari kandungan proteinnya yang sangat tinggi, kualitas sebagai bahan pangan tempe juga harus terus ditingkatkan. Bahkan sudah ada anggota kami yang sudah berhasil memasarkan Tempe ke berbagai negara’ ujar M. Ridha, Sekjen FTI

 

Di akhir acara sebuah testimoni disampaikan oleh sang juara dunia panjat tebing asal Kerobokan, Aries Susanti Rahayu. Pernah memecahkan rekor dunia panjat tebing kategori speed dengan rekor dibawah 7 detik , Aries menceritakan pentingnya protein dalam kariernya sebagai atlet. Bahkan dalam pelatnas Panjat Tebing saat dirinya masih aktif, tempe menjadi andalannya untuk memenuhi kebutuhan protein yang sangat tinggi.

 

‘Terkadang kita memang sering menyepelekan tempe, padahal dengan harga yang sangat terjangkau protein yang ada ditempe itu tidak kalah dengan sumber protein lainnya. Saya selalu mengajarkan itu kepada atlet-atlet muda, apalagi tempe kan panganan yang sangat lekat dengan orang Indonesia. Saya harap semua anak-anak Indonesia yang ingin meraih prestasi di olahraga perlu mengetahui hal ini.’ Ujar Aries Susanti Rahayu, Juara Dunia Panjat Tebing 2018-2019 sekaligus pemecah rekor speed pertama dibawah 7 detik. 

 

 

FTI & MyTempe dengan ini mengajak seluruh konsumen agar lebih cermat lagi dalam memilih produk khususnya Tempe dan olahan kedelai. Tempe sejak ratusan tahun telah diproduksi dengan sangat memperhatikan keseimbangan alam. Nenek moyang kita mewariskan budaya produksi tempe dengan tanpa limbah atau zero waste. Kearifan lokal yang perduli lingkungan tersebut bukanlah hal baru, namun saat ini hal tersebut telah menjadi value tersendiri yang dianggap bisa mempengaruhi pembeli.

 

Pada akhirnya konsumen juga bisa ikut andil menjaga kelangsungan Bumi ini. Sebuah Langkah kecil namun berdampak, dengan selalu memilih produk-produk yang memiliki Eco labelling.

 

“#SolusiBerkelanjutan : Kampanye Mytempe yang mengajak semua pihak untuk ikut terlibat menyebarkan virus baik ini, agar masa depan bumi kita akan terjaga hingga anak cucu kita nanti. Penting bagi masyarakat(konsumen) untuk memilih produk yang juga berkomitmen terhadap keberlanjutan. Khusus untuk produk Tempe dan produk kedelai lainnya, tentunya akan sangat bangga kita bisa membeli produk yang telah mendapatkan ecolabel dan pastinya ini akan berdampak luas terhadap lingkungan dan bumi kita.” Redaksi Mytempe.

 

Tentang MyTempe, di inisiasi oleh FTI MyTempe hadir sebagai media FTI untuk menyampaikan pesan pesan baik kepada masyarakat Indonesia guna menjaga Budaya Tempe agar terus lestari dan mendunia. Dengan kekuatan social media dan berbagai platform komunikasi MyTempe, kami berharap bisa menjadi referensi masyarakat dan rekan-rekan media untuk mendapatkan informasi yang terpercaya dan akuntabel khusus untuk Tempe, olahan Tempe dan Produk olahan Kedelai lainnya. Di Website kami terdapat katalog produsen Tempe yang telah dikurasi dalam hal penerapan standart minimal produksi yang higenis. Terdapat lebih dari seratus produk UKM yang tergabung dan tersebar di seluruh Indonesia, pembaca juga bisa mencari produk sesuai dengan wilayahnya masing-masing untuk mendapatkan produknya, juga link ke social media atau e-commerce masing-masing UKM.   

 

 

Hormat kami

 

 

Forum Tempe Indonesia

www.mytempe.id

IG : @mytempe_id

 

CP :

Idos Amien

082110346363

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reference :

https://business.yougov.com/content/42187-ecolabels-indonesia-consumer-awarenes

https://ussec.org/u-s-soys-well-earned-reputation-for-sustainability/

https://www.mytempe.id/lestari/31/industri-yang-mengedepankan-semangat-berkelanjutan