Bukan cuma saat segar, dalam kondisi busuk pun tempe masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kecap.
Rasa kecap tempe busuk tentu berbeda dengan kecap yang biasa ditemui di warung makan/restoran maupun yang dijual di toko. Namun, kecap ini punya cita rasa khas dan dipercaya punya khasiat sebagai antikanker alami.
Harian Kompas pada Mei 2010 melansir, kecap tempe busuk dikembangkan Guru Besar Bidang Kimia Organik Universitas Negeri Yogyakarta Prof Dr Sriatun. "Sebenarnya kecap tempe busuk ini penelitian sampingan dari penelitian ekstrak tempe kedelai hitam sebagai obat antikanker," katanya.
Hasil penelitian Sriatun membuktikan, ekstrak tempe kedelai hitam 125 mikrogram per 1 miligram mampu membunuh 50 persen sel kanker payudara. Khasiat itu bertambah bila tempe dalam keadaan membusuk dengan usia 4-6 hari.
Pada penelitiannya, Sriatun menemukan tempe busuk pada usia 4-6 hari memiliki kadar isoflavon paling tinggi.
Sekadar menyegarkan ingatan, sebagaimana dilansir CNBC, kandungan isoflavon pada kedelai telah dikenal dengan kemampuannya dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Bukan cuma itu, isoflavon juga dapat membantu menurunkan kadar trigliserida yang telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.
Selanjutnya, masih dari harian Kompas, pada usia lebih dari delapan hari, kandungan antikanker menurun karena tempe mulai rusak. Baunya juga sudah terlalu menyengat sehingga tidak layak konsumsi.
Proses pembuatan
Pembuatan kecap dari tempe busuk terbilang mudah dan bisa dilakukan di skala rumah tangga.
Sebagaimana ada dalam staffnew.uny.ac.id, proses pertama pembuatan kecap tersebut adalah mengiris tempe busuk menjadi irisan kecil, kemudian dikeringkan. Langkah selanjutnya adalah merendam tempe dalam larutan garam (25 persen) selama tiga hari untuk mengurangi bau menyengat. Perbandingannya, sekitar dua bagian garam banding lima bagian tempe.
Selanjutnya, rebus tempe hasil perendaman sekitar satu jam hingga tempe hancur, lalu disaring dengan saringan halus untuk diambil untuk diambil cairannya (filtrat). Guna memberi cita rasa, masukkan bumbu berupa ketumbar yang sudah dihaluskan, lengkuas, daun salam,dan penyedap rasa ke dalam filtrat.
Rebus filtrat dan bumbu sambil diaduk, tambahkan garam dan gula secukupnya. Kalau sudah mendidik dan rasanya dirasa cukup, saring kecap dan masukkan ke dalam botol steril. Untuk mengawetkan, bisa dilakukan proses pasteurisasi sederhana, yaitu pemanasan dengan suhu sekitar 70 derajat Celsius dalam kondisi steril. Cairan kecap dimasukkan dalam botol kaca dan dipanaskan dalam dandang.
Pembuatan kecap tempe busuk ini dipraktikkan di Desa Ngaglik, Sleman.
Kecap dari tempe busuk ini tampak populer, karena resepnya banyak dijumpai di situs web lain. Tertarik untuk mencoba? [*]