
Konsumsi makanan fermentasi dan makanan berserat bisa membantu mendukung kesehatan fisik. Ternyata bukan cuma itu, sebuah penelitian menyebut bahwa makanan itu juga bisa membantu meredakan stres.
Banyak yang menyarankan, hal yang bisa dilakukan saat mengalami stres adalah berolahraga, melakoni hobi, serta healing atau berlibur. Pilihan lainnya bisa juga dengan meditasi. Nah, terkait upaya meredakan stres, jurnal Molecular Psychiatry pada 27 Oktober 2022 memaparkan hasil kajian yang menarik.
Kajian yang dilakukan para peneliti APC Microbiome Ireland yang dipimpin ahli gizi Kirsten Berding menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan fermentasi dan serat dengan porsi yang tepat ternyata juga bisa efektif untuk mengatasi stres.
Dilansir harian Kompas pada akhir Oktober 2022, dalam kajian itu para peneliti merekrut 45 orang sehat dengan diet rendah serat, berusia 18-59 tahun. Lebih dari setengahnya adalah perempuan. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok dan secara acak diberi diet untuk diikuti selama empat minggu penelitian.
Sekitar setengah dari peserta penelitian ini diberi diet yang dirancang oleh Kirsten Berding, dengan tujuan meningkatkan jumlah makanan prebiotik dan fermentasi yang mereka makan. Ini dikenal sebagai diet ”psikobiotik”.
Kelompok ini diberikan sesi pendidikan dengan ahli gizi pada awal dan pertengahan penelitian. Mereka diberi tahu harus memasukkan 6-8 porsi buah dan sayuran setiap hari yang tinggi serat prebiotik (seperti bawang, daun bawang, kubis, apel, pisang dan gandum), 5-8 porsi biji-bijian per hari, dan 3-4 porsi kacang-kacangan per minggu.
Mereka yang mengikuti diet psikobiotik juga diminta untuk memasukkan 2-3 porsi makanan fermentasi setiap hari (seperti asinan kubis, kefir, dan kombucha). Adapun peserta pada diet kontrol hanya menerima saran diet umum, berdasarkan piramida makanan sehat.
Penelitian ini menemukan, mereka yang mengikuti diet psikobiotik melaporkan merasa kurang stres dibandingkan mereka yang mengikuti diet kontrol. Ada juga korelasi langsung antara seberapa ketat peserta mengikuti diet dan tingkat stres yang mereka rasakan, dengan mereka yang makan lebih banyak makanan psikobiotik selama empat minggu melaporkan penurunan terbesar dalam tingkat stres yang dirasakan.
Hasil penelitian ini tentu menarik karena mungkin bisa dicoba oleh siapa pun, termasuk diri kita sendiri. Salah satu makanan fermentasi dan serat yang bisa dikonsumsi adalah tempe.
Iya, tempe adalah salah satu makanan dengan kandungan serat pangan yang tinggi. Dalam 100 gram tempe serat, terdapat 1,4 gram serat. Ini memang lebih rendah dibandingkan kacang kedelai dengan kandungan 3,2 gram, atau kacang panjang dengan kandungan 2,7 gram.
Namun, jika dibandingkan dengan pangan lain, kandungan serat dalam tempe segar masih lebih tinggi. Misalnya dibandingkan wortel (1,0 gram), apel (0,8 gram), atau bayam (0,7 gram). Sementara daging, ikan, dan ayam sama sekali tidak mengandung serat.
Patut diingat bahwa bukan berarti kita bisa mengonsumsi satu sumber pangan saja dan mengabaikan yang lain. Kita tetap perlu mengonsumsi makanan lain karena kandungan vitamin dan gizi yang terkandung berbeda-beda dan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. [*]