
Gaya hidup yang tidak sehat adalah salah satu akses masuk yang mudah bagi penyakit untuk menyerang tubuh.
Jarang melakukan aktivitas fisik, kurang istirahat, hingga konsumsi makanan yang tidak sehat menjadi contoh gaya hidup yang dimaksud. Nah, untuk memastikan kondisi tubuh berada pada “jalur yang benar”, perlu juga melakukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan secara rutin. Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah jumlah kolesterol.
Kamu mungkin sudah tahu kalau ada dua jenis kolesterol, yaitu low density lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL). Dilihat efeknya pada tubuh, LDL sering disebut kolesterol jahat, sebaliknya HDL adalah kolesterol baik. Ada pula komponen kolesterol lain yaitu trigliserida, yang adalah salah satu jenis lemak utama yang mengalir di dalam darah.
Seseorang dinyatakan hiperkolesterolemia atau kadar kolesterol dalam tubuh berlebih bila jumlah kolesterol total (gabungan LDL, HDL, dan trigliserida) angkanya mencapai lebih dari 200 miligram per desiliter. Gejala hiperkolesterolemia yang paling jamak dijumpai adalah pusing, mual, hingga muntah-muntah.
Hiperkolesterolemia ini jangan dianggap sepele, ya, karena bisa meningkatkan risiko beberapa serangan penyakit antara lain stroke, tekanan darah tinggi, dan jantung koroner.
Konsumsi tempe
Selain membatasi makanan penyebab kolesterol tinggi seperti jerohan dan gorengan, mengonsumsi tempe juga bisa membantu menjaga kadar kolesterol. Pasalnya, sebagaimana dilansir CNBC, kandungan isoflavon pada kedelai telah dikenal dengan kemampuannya dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Bukan cuma itu, isoflavon juga dapat membantu menurunkan kadar trigliserida yang telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.
Hal tersebut senada dengan apa yang ditulis F.G Winarno, Wida Winarno, dan A. Driando Ahnan Winarno dalam buku “Tempe - Kumpulan Fakta Menarik Berdasarkan penelitian”. Disebutkan bahwa penelitian metaanalisis tentang asupan protein kedelai dan kolesterol yang dilakukan Anderson et al. (1995) menyimpulkan bahwa konsumsi protein kedelai dibandingkan protein hewani secara signifikan dapat menurunkan konsentrasi kolesterol total serum, kolesterol LDL dan trigliserida.
Ayo, ubah pola dan gaya hidup kita agar jadi lebih sehat dan daya tahan semakin kuat! [*]