
Dari mana datangnya cinta? Dari mata, lalu turun ke hati. Dari mana datangnya kedelai? Simak berikut ini.
Legum atau kacang-kacangan, seperti kedelai, telah dikonsumsi sejak lama, terutama oleh mereka yang menerapkan pola makan nabati. Pasalnya, kacang-kacangan adalah sumber protein nabati yang menyehatkan. Hal ini diperkuat dengan sejumlah studi yang membuktikan bahwa diet dengan memperbanyak konsumsi makanan nabati berdampak baik bagi pencernaan.
Nah, bicara soal kacang-kacangan dan manfaatnya tentu tak bisa lepas dari kedelai, salah satu bahan dasar pembuatan tempe. Harian Kompas dalam artikelnya beberapa waktu lalu menyebut bahwa dalam buku The Story of Food: An Illustrated History of Everything We Eat (2018), disebutkan, konsumsi kedelai dilakukan sejak abad ke-6 Masehi.
Kala itu, para biksu Buddha dari China membawa kacang kedelai ke Korea dan Jepang sebagai sumber protein untuk perbekalan ke wilayah yang tidak banyak tersedia daging. Hingga kini, kedelai masih menjadi sumber protein nabati yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di sana.
Dalam perkembangannya, kedelai bisa diolah menjadi berbagai bentuk olahan, seperti susu, tempe, tahu, miso, dan pasta kacang fermentasi. Mereka juga mengonsumsi kacang kedelai kukus yang dipanen saat usia awal (edamame).
Menurut Prof FG Winarno dalam buku Pangan: Gizi, Teknologi, dan Konsumen (1993), dari segi gizi, kedelai utuh mengandung 35 sampai 38 persen protein, yang tertinggi dari segala kacang-kacangan. Kedelai merupakan satu-satunya leguminosa yang mengandung semua asam amino esensial yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh sendiri.
Jadi, sekarang kalau kamu mau mulai hidup sehat, bisa dimulai dari tempe … [*]