Jaga Jantung Tetap Sehat dengan Kedelai

Sumber Gambar : Photo by Pixabay

Serangan jantung, yang biasanya dikaitkan dengan orang lanjut usia, nyatanya juga bisa mengancam orang pada usia muda.
 
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan ada 17,9 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular pada tahun 2019, mewakili 32 persen dari seluruh kematian global. Dari kematian tersebut, 85 persen di antaranya disebabkan serangan jantung dan stroke.
 
Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat, yang antara lain dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat, perlu dilakukan. Salah satunya dengan kedelai, karena bahan makanan ini berpotensi menjaga hal-hal sebagai berikut, sebagaimana dikutip dari www.ussoy.org.
 
Membantu menurunkan kadar kolesterol
Sejak lama penelitian telah menunjukkan akan pentingnya mempertahankan kadar LDL-kolesterol optimal di bawah 100 mg/dL. Sementara itu, penelitian lain menunjukkan bahwa protein kedelai dapat membantu menurunkan LDL-kolesterol. Selanjutnya, sebuah studi terbatas menunjukkan bahwa protein kedelai juga dapat menurunkan kadar ApoB, protein yang ditemukan dalam semua partikel lipoprotein yang mendorong aterosklerosis, penyakit yang terkait dengan penumpukan plak di dinding arteri. ApoB merupakan indikator penting lainnya dari risiko kardiovaskular.
 
Pembuluh darah yang Sehat
Kesehatan jantung bukan hanya tentang menjaga kolesterol darah. Seiring bertambahnya usia, arteri cenderung menjadi lebih kaku dan kurang mampu melebar sebagaimana mestinya. Hal ini membuka jalan bagi tekanan darah tinggi, faktor risiko utama penyakit jantung yang ditemukan pada hampir setengah dari orang dewasa di Amerika Serikat saat ini.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan pada dinding pembuluh darah ini dapat diperlambat, dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa kedelai mungkin juga berperan di sini. Dalam beberapa penelitian laboratorium, isoflavon kedelai memicu reaksi berantai yang mendukung kemampuan pembuluh darah untuk relaks dan memungkinkan aliran darah yang tepat, mengurangi stres oksidatif dan peradangan terkait pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah, serta mengurangi kekakuan arteri.

Dalam studi lain, equol, suatu senyawa yang dihasilkan bakteri usus dari daidzein (salah satu isoflavon yang ditemukan dalam kedelai), menunjukkan efek perlindungan yang lebih kuat pada dinding arteri. Beberapa orang memproduksi lebih banyak equol dari isoflavon dibandingkan yang lain, dan ini mungkin berarti mereka lebih cenderung mendapat manfaat dari kedelai dengan cara ini.
Masih banyak penelitian yang diperlukan untuk memahami bagaimana kedelai dapat membantu mendukung kesehatan pembuluh darah.
 
Sebagai ide untuk bisa mulai rajin mengonsumsi kedelai, kamu bisa mengganti camilan seperti keripik, biskuit, atau permen dengan edamame atau kacang kedelai. Gimana, tertarik mencoba? [*]


Create By : Admin
Artikel Lainnya