Kedelai dalam Tiap Tahap Kehidupan

Sumber Gambar : Foto ilustrasi: www.canva.com
Ada beberapa hal yang ikut mewarnai setiap tahap kehidupan manusia. Saat masa kanak-kanak, misalnya, yang sejatinya diisi dengan bermacam permainan dan keriaan. Beranjak ke usia sekolah, hubungan pertemanan, pengetahuan dan tanggung jawab baru mengisi masa ini. Lain lagi dengan masa remaja, yang sangat mungkin seseorang sudah mulai mengenal cinta.
 
Setiap tahap kehidupan manusia memang unik dan penuh makna. Bukan semata membawa perubahan fisik, emosional, dan sosial, setiap tahap itu juga membentuk individu yang siap menghadapi tantangan, dalam hal ini tantangan fisik. Oleh karena itu, sejak dini seseorang perlu dibekali dengan asupan yang bermanfaat untuk kebugaran dan kesehatan dirinya.
 
Asupan itu salah satunya kedelai, yang bisa menemani setiap tahap kehidupan manusia. Hal ini antara lain diamini oleh Cara Harbstreet, MS, RD, LD, seorang pakar makanan dan nutrisi. Ia mengatakan, “Makanan berbahan dasar kedelai menawarkan banyak hal! Sebagai pakar diet, saya secara rutin memasukkannya ke dalam makanan dan resep saya sambil mendorong klien saya dan keluarga mereka untuk melakukan hal yang sama.”
 
Kedelai, terlebih di Indonesia, telah lama diolah menjadi berbagai makanan lezat dan bergizi, seperti tahu, tempe, dan susu kedelai. Seiring waktu, popularitas kedelai semakin meningkat, terutama sebagai sumber protein nabati.Namun, bukan cuma protein, kedelai juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Dalam artikelnya di www.ussoy.org, Cara menyebut beberapa manfaat tersebut adalah vitamin B, potasium, dan magnesium yang memainkan peran penting dalam tubuh dan berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan.
 
Manfaat berikutnya adalah serat. Jumlah serat yang direkomendasikan adalah 25-30 gram per hari. Sebagai gambaran untuk jumlah tersebut, satu setengah cangkir edamame kupas menyediakan 4 gram serat, sedangkan satu porsi tempe dapat memberikan 4 hingga 9 gram serat. Kandungan lain yang penting adalah isoflavon, fitonutrien unik ini antara lain dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis dan penyakit jantung.
 
Cara menambahkan, kedelai (dan produk turunannya seperti tahu dan tempe) bisa dikonsumsi dan mendatangkan manfaat bagi setiap kelompk usia. Pada perempuan, remaja dan anak-anak, dalam jangka panjang kedelai bisa membantu mengurangi risiko kanker payudara. Selanjutnya, secara umum, konsumsi kedelai dapat mendukung peningkatan massa dan kekuatan otot.
 
Manfaat pembentukan otot yang sama juga berlaku untuk orang dewasa lanjut usia yang dapat memperoleh manfaat dari konsumsi kedelai dengan menambahkan pelatihan ketahanan untuk mempertahankan massa otot, kepadatan tulang, dan mobilitas. “Membangun massa otot di masa tua mungkin lebih sulit, tapi mengonsumsi cukup protein dapat membantu mendukung penuaan yang lebih baik, katanya. [*]

Create By : Admin
Artikel Lainnya