Melawan Risiko Pikun Akibat Alzheimer dengan Tempe

Sumber Gambar : Foto ilustrasi: www.canva.com
Pikun sering dianggap sebagai hal yang biasa terjadi pada orang lanjut usia. Padahal, risiko pikun bisa dicegah sejak dini antara lain dengan rutin melakukan aktivitas fisik, mencegah depresi, dan menjaga asupan nutrisi.
 
Dionysius Subali dan Eileen C. Limanjaya dalam jurnal ilmiah berjudul “The Anti-Alzheimer Compounds from Tempeh Oil in LPS-Induced Neuronal Schwann Cells” yang dimuat dalam Journal of Ethnic Foods menulis bahwa alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang biasanya ditandai dengan menurunnya fungsi kognitif seperti menurunnya daya ingat demensia atau pikun.
 
Dalam jurnal yang dirilis pada tahun 2022 itu disebutkan, masyarakat Asia umumnya yakin bahwa mengonsumsi produk kedelai dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit. Tempe, yang dibuat dari kedelai dan kapang Rhizopus spp. adalah makanan tradisional Indonesia yang sudah ada sejak sekitar abad ke-18.
 
Fermentasi dalam pembuatan tempe meningkatkan nilai nutrisi, salah satunya protein. Tempe juga diketahui mengandung isoflavon, yang berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari stres oksidatif, sehingga berpotensi mengurangi risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan kardiovaskular, kanker, dan penyakit neurodegeneratif.
 
Dengan latar tersebut, Dionysius dan Eileen kemudian melakukan riset mengekstraksi minyak tempe dan menganalisis potensi penghambatan penyakit alzheimer. Hasilnya, minyak tempe berpotensi menurunkan risiko penyakit Alzheimer dengan mengatur sifat gen tertentu.
 
Sementara itu, sebagaimana dilansir www.liputan6.com pada 11 Juni 2024, Dekan Fakultas Teknobiologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ), Yogiara mengatakan bahwa tempe memiliki banyak manfaat. Hasil penelitian yang dilakukan UAJ membuktikan bahwa dengan mengonsumsi tempe, kita dapat meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan daya ingat agar tidak cepat pikun.
 
Temuan ini tentu saja menjadi bukti bahwa tempe tidak hanya unggul dalam hal cita rasa, tetapi juga menawarkan harapan dalam upaya menekan risiko pikun atau demensia. [*]

Create By : Admin
Artikel Lainnya