Tempe yang biasa kita olah dan konsumsi biasanya adalah tempe segar, atau yang sudah melewati proses fermentasi selama sekitar dua hari atau 48 jam. Karakter tempe ini juga kita kenal dengan tekstur yang padat dan aroma segar khas tempe yang mengundang selera.
Masa fermentasi yang lebih lama tentu membuat kesegaran tempe berkurang. Tapi, tunggu dulu, meski kesegarannya berkurang, tempe ini tetap bisa diolah, dikonsumsi, dan punya manfaat juga bagi tubuh.
Tidak percaya? Coba lihat tempe semangit. Dengan masa fermentasi lima hari, tempe ini punya ciri sedikit lebih empuk dibandingkan tempe segar, warnanya juga mulai kecoklatan, dan mulai mengeluarkan aroma busuk.
Nama tempe ini berasal dari kata Jawa, ‘sangit’, yang artinya berbau menyengat. Dan bukan baru-baru ini saja tempe semangit diolah menjadi masakan, tapi sudah sejak lebih 400 silam masyarakat Jawa menggunakan tempe ini dalam masakan.
Bisa diolah menjadi bermacam masakan seperti sambal tumpang, tempe semangit bisa mendatangkan sejumlah manfaat bagi tubuh. Sebut saja kandungan probiotiknya yang tinggi lantaran proses fermentasi yang lebih lama menghasilkan lebih banyak bakteri menguntungkan atau probiotik yang dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan.
Selain itu, tempe ini juga kaya akan antioksidan yang terbentuk selama proses fermentasi. Antioksidan ini berperan penting dalam melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan sel-sel tubuh.dr. Nadia Nurotul Fuadah di laman www.alodokter.com mengatakan bahwa antioksidan ini sangat berguna, seperti untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan metabolisme, menambah stamina, memperbaiki nafsu makan, mencegah pembentukan sel kanker, dan banyak lagi manfaat lain bagi kesehatan.
Nah, meski punya manfaat bagi tubuh, perlu diingat dan dicatat, ya bahwa konsumsi tempe ini harus hati-hati, maksudnya tidak berlebihan. Kalau belum pernah mencoba, ada baiknya untuk mengonsumsi tempe ini dalam jumlah kecil terlebih dahulu untuk menghindari gangguan pada tubuh. [*]