Menjaga Otak Tetap “Tajam” dengan Tempe

Sumber Gambar : Foto ilustrasi: Freepik
Usia yang semakin menua membuat beberapa fungsi tubuh menurun. Tak luput pada kognisi seseorang, di mana ingatan dan ketajaman pikiran akan terasa berkurang jika dibandingkan saat muda.
 
Untuk menekan atau memperlambat hal tersebut, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan. Pertama, dengan melatih otak lewat latihan-latihan seperti membaca, mengisi TTS, atau belajar/mencoba hal baru.
 
Hal baru yang dimaksud bisa dengan belajar bahasa asing, memainkan alat musik, atau menekuni hobi kreatif seperti melukis dan fotografi. Aktivitas-aktivitas ini membantu membentuk koneksi saraf baru di otak dan memperkuat jaringan yang sudah ada. Selanjutnya adalah dengan berolahraga secara rutin. Tujuannya supaya meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga fungsi kognitif.
 
Jangan lupa untuk istirahat yang cukup, antara lain dengan tidur malam sekitar 6-7 jam per hari, dan mengelola stres dengan baik.
 
Hal lain yang tak boleh dilupakan adalah dengan memerhatikan asupan yang bergizi. Selain buah dan sayuran, tempe bisa dimasukkan dalam menu makanan Anda.
 
Sebuah penelitian berjudul "Estimation of the global prevalence of dementia in 2019 and forecasted prevalence in 2050: an analysis for the Global Burden of Disease Study 2019" menyebutkan bahwa seiring dengan meningkatnya harapan hidup, masalah kesehatan yang berkaitan dengan penuaan harus segera diatasi. Saat ini, gangguan kognitif merupakan masalah kesehatan yang umum ditemukan pada lansia. Diperkirakan jumlah penderita demensiua akan terus meningkat di masa mendatang, terutama di Asia.
 
Selanjutnya, artikel yang dilansir di witus web Siloam Hospital menyebut, fermentasi kedelai diketahui memiliki sifat antioksidan yang berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif. Penelitian berjudul Effects of Tempeh Probiotics on Elderly With Cognitive Impairment menunjukkan bahwa senyawa bioaktif yang ditemukan dalam tempe, termasuk senyawa antioksidan dan agen antiinflamasi, terbukti memberikan pengaruh positif terhadap fungsi kognitif. Pasalnya, kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang terkandung di dalam tempe bisa membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif dan peradangan. Hal ini merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan otak dan memori seiring bertambahnya usia.
 
Selain makanan, pola interaksi sosial juga tak kalah penting dalam menjaga kesehatan kognitif. Terlibat dalam percakapan bermakna, bergabung dengan komunitas, atau sekadar bersosialisasi dengan keluarga dan teman dapat mencegah isolasi yang sering dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif. Hubungan sosial yang berkualitas memberikan stimulasi mental yang berharga dan dapat mengurangi risiko depresi yang sering menjadi pemicu masalah kognitif pada lansia.
 
Teknologi modern juga menawarkan berbagai aplikasi dan permainan yang dirancang khusus untuk melatih otak. Berbagai platform digital ini menyediakan latihan kognitif yang menyenangkan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan teknologi sebaiknya diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial langsung untuk hasil yang optimal. Kombinasi pendekatan holistik ini dapat memberikan perlindungan komprehensif bagi kesehatan otak selama proses penuaan. [*]

Create By : Admin
Artikel Lainnya