Masyarakat Indonesia sudah sejak lama menjadikan tempe sebagai pelengkap makanan sehari-hari. Digoreng, dibacem, diolah jadi orek tempe, atau dimasak dalam berbagai hidangan, tempe sudah demikian akrab hadir dalam piring makan kita.
Nah, kalau selama ini kita juga mengenal tempe sebagai salah satu sumber protein nabati yang baik bagi tubuh, ada penelitian yang menunjukkan bahwa tempe juga bisa membantu menjaga kesehatan otak.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Frontiers in Nutrition (Mei 2025) mencoba melihat lebih jauh manfaat tempe bagi fungsi kognitif manusia, terutama lansia. Bedanya, penelitian ini tidak hanya menyoroti tempe kedelai yang biasa kita jumpai, tetapi juga tempe versi baru yang dibuat dari kombinasi berbagai bahan selain kedelai, seperti biji bunga matahari dan biji labu, untuk memperkuat kemampuannya melindungi otak.
Mengapa Fungsi Kognitif Penting? Penelitian yang dilakukan Yuda Turana, Yvonne Suzy Handajani, Tati Barus, Kevin Kristian, Elvina Theodoraliu, dan Ika Suswanti ini sangat relevan karena seiring bertambahnya usia, daya ingat dan kemampuan berpikir seseorang biasanya akan menurun. Hal ini sering disebut dengan penurunan fungsi kognitif. Masalah ini bisa berdampak pada kualitas hidup lansia, misalnya kesulitan mengingat informasi, berkurangnya kemampuan memecahkan masalah, hingga kendala dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, menemukan cara sederhana dan alami untuk menjaga kesehatan otak menjadi hal yang sangat berharga.
Dalam penelitian ini, para peneliti ingin tahu apakah ada perbedaan manfaat antara tempe kedelai dengan tempe kombinasi (mixed tempe). Tempe kombinasi dibuat dengan menambahkan bahan-bahan bergizi lain ke dalam proses fermentasi, tujuannya agar kandungan nutrisinya lebih beragam.
Penelitian dilakukan pada kelompok orang lanjut usia. Mereka kemudian dibagi untuk mengonsumsi jenis tempe yang berbeda, dan fungsi kognitifnya dievaluasi. Hasilnya menarik, tempe kombinasi ternyata memberikan dampak yang lebih baik pada fungsi otak, khususnya di bidang memori dan kemampuan visuospatial atau kemampuan otak untuk memahami dan mengingat bentuk, ruang, dan posisi benda di sekitar. Dengan kata lain, konsumsi tempe kombinasi bisa membantu lansia tetap lebih tajam dalam mengingat dan lebih sigap dalam aktivitas yang melibatkan orientasi ruang.
Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa makanan sehari-hari yang sederhana bisa membantu menjaga kesehatan otak. Tempe selama ini sudah diakui bergizi, tetapi penelitian ini membuka wawasan baru, bahwa inovasi dalam bahan dasar tempe bisa memberikan manfaat tambahan, khususnya bagi kelompok usia lanjut.
Hal ini juga sejalan dengan tradisi masyarakat kita yang sering memodifikasi bahan makanan dengan bahan lain yang ada di sekitar. Anda, mungkin, punya ide atau inovasi untuk tempe?