
Seperti pahlawan super, yang bisa berubah dari manusia biasa menjadi sosok yang punya kekuatan hebat, tempe pun demikian. Dengan bahan dasar kedelai yang biasa dijumpai, tempe jadi bisa memiliki senyawa aktif yang muncul saat fermentasi.
Proses fermentasi atau pemeraman adalah saat di mana kapang tumbuh dan mengubah kedelai menjadi tempe. Tahapan ini biasanya dilakukan di rak bertingkat. Kedelai yang sudah dikemas tidak boleh langsung diletakkan di permukaan yang padat, karena sisi tempe yang bersentuhan langsung dengan permukaan tidak akan mendapat sirkulasi udata yang baik sehingga hal ini membuat proses pembuatan tempe gagal.
Senyawa-senyawa aktif yang muncul saat fermentasi tempe tentu mendatangkan banyak manfaat bagi tubuh. Dan bukan cuma satu, tapi setidaknya ada tujuh senyawa aktif yang muncul saat proses fermentasi. Mengutip Forum Tempe Indonesia, berikut ini adalah senyawa aktif tersebut serta manfaatnya bagi tubuh.
· Isoflavon: daidzein, glisitein, genistein, faktor 2
Berfungsi sebagai antioksidan, antihemolisis, antijamur, antikanker.
· Asam lemak tidak jenuh: asam oleat, asam linoleat, asam linolenat
Berfungsi sebagai antioksidan dan penurun kolesterol.
· Vitamin larut lemak: vit E & beta karoten (provitamin A)
Berfungsi sebagai antioksidan, antihemolisis, proteksi dan propagasi sel.
· Senyawa antibakteri
Berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri.
· Ergosterol
Berfungsi untuk membantu menurunkan kolesterol dan provitamin D.
· Vitamin B kompleks
Berfungsi sebagai antianemia, bagian dari enzim.
· Enzim: protease, lipase, amilase, glikosidase, SOD
Berfungsi membantu memperlancar metabolisme. [*]