Kelurahan Kedung Badak menggelar kegiatan Workshop Inovasi Tempe yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Kedung Badak pada Senin, 15 September 2025.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, khususnya para kader PKK dan Posyandu, yang hadir melebihi target peserta.
Ketua Forum Tempe Indonesia (FTI), Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, dalam keterangannya menyampaikan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tempe menjadi berbagai produk inovatif.

“Pelatihan ini mendorong kreativitas ibu-ibu dalam menghasilkan produk olahan tempe yang lebih unik, disukai masyarakat, terjangkau, bahkan bisa menjadi peluang usaha. Dari semangat peserta, saya melihat responnya luar biasa. Harapannya keterampilan ini bisa bermanfaat tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga membuka jalan usaha bagi warga,” ujarnya pada Senin (15/9).
Sementara itu, Sekjen FTI, Rido, menambahkan bahwa selain inovasi produk, pelatihan juga menekankan pada pemahaman gizi dan keamanan pangan.
“Tempe sering dianggap makanan biasa, padahal nutrisinya luar biasa. Hari ini kami memperkenalkan olahan tempe menjadi nugget tempe, puding tempe, hingga produk inovatif lain yang bisa masuk ke menu Posyandu maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan begitu, anak-anak tidak hanya mengenal tempe goreng, tetapi lebih banyak variasi yang sehat dan menarik,” jelasnya.
Camat Tanahsareal, Rokib, yang turut hadir, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat positif, karena tempe adalah warisan budaya bangsa yang sudah mendunia. Justru kita di Indonesia harus kembali mencintai tempe dan menjadikannya pilihan menu keluarga. Dengan inovasi, ibu-ibu bisa lebih kreatif mengolah tempe, sekaligus menjaga gizi masyarakat,” ungkapnya.
Ketua Paguyuban Tempe Karya Mandiri Bogor, Malin Widodo, juga menekankan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu mencetak wirausaha baru di bidang pangan.
“Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan inovasi masakan tempe, menciptakan UKM, dan membantu mengurangi stunting di Kota Bogor. Tempe memiliki kandungan gizi yang luar biasa, dan jika diolah dengan tepat, bisa menjadi peluang usaha yang berdampak sosial sekaligus ekonomi. Kami mencoba dulu di Kedung Badak, dan jika berhasil, akan kami kembangkan ke kelurahan lain,” tuturnya.
Kegiatan Workshop Inovasi Tempe ini menjadi langkah awal di Kelurahan Kedung Badak dalam meningkatkan apresiasi terhadap tempe sebagai warisan budaya bangsa sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pangan bergizi.